1. Biji Kakao Fermentasi
Biji kakao fermentasi merupakan produk hasil pengolahan buah kakao yang melalui proses fermentasi dan pengeringan untuk mengembangkan karakter aroma serta cita rasa kakao.
Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan:
- Fermentasi: biji kakao difermentasi selama kurang lebih 5–6 hari.
- Pengeringan: biji dijemur menggunakan panas matahari (sun drying) selama sekitar 5–6 hari, hingga mencapai kadar air sekitar 7–8%.
- Sortasi: biji kakao dipilih dan dipisahkan berdasarkan ukuran serta kualitas sebelum dikemas.
Pilihan Grade Biji Kakao
Grade A
- Jumlah biji maksimal 85 butir per 100 gram.
- Cocok untuk kebutuhan yang memerlukan biji berukuran relatif besar dan seragam.
Grade B
- Jumlah biji maksimal 115 butir per 100 gram.
- Menjadi pilihan untuk kebutuhan pengolahan kakao dengan spesifikasi ukuran biji yang berbeda.
Jumlah biji per 100 gram digunakan sebagai salah satu indikator ukuran biji. Kualitas akhir juga dapat dipengaruhi oleh tingkat fermentasi, kadar air, kebersihan, dan kondisi fisik biji.
2. Biji Kakao Asalan
Biji kakao asalan merupakan biji kakao yang diolah melalui proses lebih sederhana tanpa tahapan fermentasi yang sama seperti pada produk biji kakao fermentasi.
Proses pengolahannya meliputi:
- Buah kakao dibelah untuk mengambil bijinya.
- Biji dicuci untuk memisahkan lendir atau plasenta dari permukaan biji.
- Biji dijemur menggunakan panas matahari selama kurang lebih 3–4 hari.
Karena proses pengolahannya berbeda, karakter aroma, cita rasa, dan kondisi biji kakao asalan dapat berbeda dari biji kakao yang telah difermentasi.
Informasi Pemesanan
Biji kakao tersedia untuk kebutuhan bahan baku pengolahan kakao, industri cokelat, dan usaha olahan kakao lainnya.
Silakan hubungi Green Rempah Nusantara untuk mendapatkan informasi mengenai ketersediaan stok, pilihan produk, spesifikasi biji, harga, dan pengiriman.













